Daftar Blog Saya

Juni 08, 2012

PULAU BARRANG-LOMPO KAYA AKAN POTENSI TETAPI LEBIH KAYA AKAN SAMPAH



Pulau Barrang Lompo adalah salah satu pulau yang berada di sisi barat Kota Makassar dengan jarak sekitar13 Km, pulau ini termasuk dalam salah satu kelurahan pada Kecamatan Ujung Tanah.
Berikut Peta Orientasi:

Secara administrasi kelurahan Barrang Lompo dibagi menjadi 4 Rukun Warga (RW) dengan luas wilayah 20,38 ha. Dari hasil analisis TIPP didapatkan luasan masing-masing RW yaitu RW I dengan luasan wilayah 3,73 ha, RW II dengan luas wilayah 5,33 ha, RW III dengan luas wilayah 6,5 ha dan RW IV dengan luas wilayah 20,38 ha. Berdasarkan data BPS Jumlah penduduk pulau ini pada tahun 2010 sebanyak 4.209 jiwa. (Wow, sangat banyak untuk skala pulau kecil).
Jangan kaget, jika anda datang berkujung ke pulau ini maka pemandangan yang anda lihat adalah kehidupan masyarakat layaknya pada suatu permukiman yang tak jauh dari Kota Makassar bukannya sebuah pulau mengingat jumlah penduduk yang banyak serta perumahan penduduk yang cukup padat pada pulau yang memiliki luas hanya 20,38 ha ini. Kalau boleh saya bilang….yang luasnya samalah dengan Perdos Unhas hanya saja kalau pada perdos perumahan elite kalo di Barranglompo Elit (Ekonomi sulit). Hehe….becanda kok, tidak semua perumahan pada pulau ini masuk kategori ekonomi sulit ada juga kok rumah batu yang cukup layak untuk dikatakan mewah. Oh ya…satu lagi nilai plus yang membuat Pulau ini ramai akan penduduk, Why????Karena di pulau ini terdapat salah satu Lab. Penelitian Marine Field  Unhas (Fak. Perikanan dan Kelautan) So, jangan heran kalo liat banyak pemuda yang berlabel mahasiswa mondar-mandir di Pulau ini lengkap dengan peralatan snorkling, konon pulau ini sudah menjadi rumah kedua bagi mereka (konon ya…..kalo mau dipercaya monggo, kalo nggak juga nggak papa^^)
Ok, back to the title. Sebenarnya judul diatas saya ambil berdasarkan eksisting dan rasa kecewa yang tak terkira (lebay…) ketika melakukan survey lapangan pada Pulau ini. Awalnya saya dan beberapa teman berencana menjadikan P. Barranglompo ini sebagai salah satu objek wisata pulau di Kota Makassar dengan konsep traveling wisata pulau dan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat . (Sekali lagi itu awalnya…..)
Mengapa kita memilih P. Barrang Lompo???
He…he… jadi malu ceritainnya, sebenarnya berawal dari data sekunder from Om Google, yang mana pada Om Google ini penggambaran Pulau Barrang Lompo sungguh menganggumkan. Dimana digambarkan pulau Barrang Lompo memiliki cukup banyak potensi yang jika dikembangkan akan mendatangkan manfaat yang cukup banyak bagi pulau ini (Sekali lagi itu awalnya…..)
Saya akan memaparkan sedikit info yang saya dapatkan via Om Google tentang pulau ini:
¨  Barang Lompo adalah salah satu dari pulau-pulau koral di lepas pantai Ujung Pandang yang berbatasan dengan Gusung Bone Battang. Pulau ini mempunyai taman laut yang sangat elok dan menarik.
¨  Di pulau Barrang Lompo terdapat oseanorium peninggalan Jepang.
¨  Barang Lompo mempunyai sumber mata air tawar menjadikan pulau ini banyak dihuni oleh nelayan, pelayar dan beberapa keluarga perajin perak tradisional.
¨  Tradisi masyarakat yang masih dijumpai di pulau ini adalah: Upacara Lahir Bathin yakni mensucikan diri sebelum masuk bulan Ramadhan, Upacara Songkabala yakni upacara untuk menolak bala yang akan datang, Upacara Pa'rappo yakni upacara ritual yang dilaksanakan oleh para nelayan sebelum turun ke laut, Upacara Karangan yakni upacara ritual yang dilakukan oleh para nelayan ketika pulang melaut dengan memperoleh hasil yang berlimpah.
Ya, kurang lebih seperti itulah potensi yang ditawarkan via internet. Akhirnya saya dan teman2 memutuskan memilih pulau ini sebagai site perencanaan pengembangan kawasan wisata pulau.

Berbekal data internet, Tanya sana-sini (ama siapa aja yang tahu) n modal kenekatan kami pun turun lapangan untuk survey. Di tengah terik sinar mentari yang sedang sangar-sangarnya kami menaruh harapan yang sangat besar agar hasil yang didapatkan di pulau nantinya bisa memuaskan.
Dan…….eng…ing….eng…. kami benar-benar terpukau dengan pulau ini, saking tersepona (eh terpesona…) sampai pada keriput semua anggota tim survey. Gimana gak, pulau yang kita pikir diawal layaknya pulau yang minim penduduk eh….ternyata padat…super padat penduduk. Alhasil belum turun dari kapal udah pada pesimis duluan anak-anak yang lain. Tapi berhubung udah nyampe disini mau apa lagi coba, nasi udah jadi bubur…ya udah di makan aja! Survey pun tetap dilaksanakan.
Tersangka utama yang dicari adalah Pak Lurah (he…he…informan maksudnya),  pucuk di cinta ulam pun tiba. Akhirnya kita bertemu dengan Pak Lurah pulau ini, kurang lebih hampir setengah jam melakukan wawancara dengan beliau….satu kesimpulan yang didapat. OM GOOGLE Bo’ong. Eh…atau pak lurahnya yang gak tahu apa-apa. Well, dari wawancara itu kita menanyakan kebenaran akan potensi yang didapatkan dari Om Google…eh ternyata Pak Lurah malah bilang gak ada sama sekali diantara potensi-potensi itu, kalau pun ada itu udah lama sekali. Ok, kita manggut2 aja. Next wawancara warga sekitar, bagian ini nih yang buat bingung. Warganya bilang ada potensi-potensi itu TAPI pak lurah bilang gak ada, Bingung! So kita coba konfirmasi lagi eh malah katanya warga ‘Baru ji itu diangkat jadi lurah, ndak tahu apa-apa disini. Datangnya saja cuma akhir pekan……….’. Nah loh….apa-apaan ini?? untuk menghindari konflik n curhat berkepanjangan kami pun cabut, dan mencari informan yang lebih kalem. (Cari aman he…he…)
Dalam perjalanan kami mengelilingi pulau ini ada dua hal yang tidak akan pernah kami lupakan yaitu SAMPAH…..dan yang Kedua PADATNYA RUMAH. Pertanyaan pun mulai mucul kalo kayak gini, Gimana kita buat konsep perencanaan wisatanya?? Mau ratakan nih pulau lalu bangun kembali? Gile aja. Atau sekalian ganti aja lokasi survey! Rasa pesimis benar-benar udah mengalahkan semua anggota tim, hampir satu jam berpisah dan masing-masig melakukan survey mengelilingi pulau ini ternyata memberikan sedikit titik terang ketika bertemu lagi. Beradasarkan informasi, ternyata kami masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan pulau ini menjadi kawasan wisata. Salah satunya dengan konsep wisata agro dan wisata budaya.
Pesisir Pulau Barrang Lompo, Makassar

Ya, berdasarkan survey yang dilakukan ternyata potensi masyrakat disini sebagai nelayan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pengembangan yang kami rencanakan. Mengingat cara penangkapan  ikan yang dilakukan masih tradisional dan juga pelestarian ekosistem  laut. Bahkan salah satu buah tangan berupa makanan dari budidaya laut bisa dijadikan cirri khas pulau Barrang Lompo. Alhasil, kita tetap bertahan dengan lokasi perencanaan di Pulau Barrang Lompo tetapi konsep yang digunakan harus diubah sedikit dan untuk menyenangkan hati kita masing-masing sebelum balik ke Makassar, kita nikmati dulu naik odong-odong keliling pulau (mumpung Cuma Rp 1.000^^) plus makan rujak he…he….
  Kondisi Eksisting P. Barrang Lompo

Permukiman Warga
Masjid di P. Barrang Lompo

Area Pekuburan P. Barrang Lompo
Anak-Anak di P. Barrang Lompo

Sampah menjadi Hal lumrah di Pulau ini
Sampah yang tertimbun disekitar rumah penduduk

Penjualan Souvenir di Pulau Barrang Lompo
Derita Tim Survey (He...he...^^)

4 komentar:

  1. Kayaknya kebanyakan di pantai kayak gitu deh Lel. Kmrn z ikut survey di pantai juga dy pu sampah tasebar dimana-mana. Bak/tong sampah jarang jadi,yang terutama sih kesadaran prngunjung/pedagang di lokasi jg utk tra buang sampah sembarangan.

    Di gambar atas, orang yang tinggal di dekat kumpulan sampah dy tra protes dgn org2 yang buang sampah didekatnya kah Lel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dy ky, masalahnya ini pulau tersendiri yang cukup jauh loh dari Makassar tapi sebagian besar warga udah beranggapan biasa bahkan ndak jadi masalah dengan sampah.
      tapi setelah cek-percek lagi sebagian besar sampah pulau ini katanya kiriman dari Kota Makassar.
      Kasian juga sih ama warga di pulau ini.

      Hapus